Filed under: lingkungan sadjaa.. | Tags: omni international hospital, prita mulyasari
Menyikapi beberapa berita yang heboh belakangan ini. Tentu sadja kasus nya Prita Mulyasari. Hhahai. Kenapa sayah tertarik? Pertama sih karena merupakan kasus di bidang kesehatan. Sayah sendiri termasuk calon tenaga kesehatan.hheheu. Otomatis bisa terjadi didekat sayah suatu nanti*yang semoga sadja gak bakalan terjadi*. Trus yang kedua adalah yang berhubungan dengan curhat di dunia maya. Seperti yang sedang saya lakukeun ini.hhahai. apalagi sayah sendiri termasuk bisa menjadi orang yang frontal dalam berpendapat. Kalau gak suka ya bilang gak suka. Kalau bener” gak suka bisa keluar kata” yang sama sekali gak enak didengar.hhahahahaha. Dan untungnya sayah gak sesial Ibuk Prita Mulyasari yang harus mendekam di penjara gara” cuma mengeluarkan uneg” tentang pelayanan OMNI INTERNATIONAL HOSPITAL yang mengecewakan. Dan sayah gak mungkin takut lahh buat mengeluarkan suara even yang pedas sekalipun*ngambil cabe rawit ama merica*.=))
Menurut persepsi sayah nih..kita umpamakan sadja, tiap dokter dalam suatu rumah sakit tertentu tiap bulan udah dapet gaji pokok. Tapi selain dari gaji pokok itu tuh dia juga dapet tunjangan lainnya. Kayak seberapa banyak pasien yang ia tangani tiap bulan. Apalagi yang udah spesialis. Maka semakin mahal juga ’nilai tambah’ dari si dokter itu tuh. Kesimpulannya? Menurut sayah itu juga yang diungkapkeun sama si Ibuk Prita ituh tentang si dr. H. Demi ngejar ’setoran’ si dokter pun nyari pasien sebanyak”nya. Yang notabene pake hasil lab yang kacau ituh..
Trus, pas sayah liat di tipi noh. Press conference dari pihak OMNI INTERNATIONAL HOSPITAL, yang sayah liat ituh direkturnya *sapa noh namanya lupa* ngomong kurang lebih begini ’sampel yang hasilnya 27.000 ituh rusak, jadi yang bener tuh yang 181.000. kenapa menginginkan hasil yang 27.000?’
Ckckckck
Ibuk direktur, masalahnya ituh bukan mana hasil yang valid atau enggak. Tapi gara” adanya hasil yang gak valid itu tadi diambil tindakan medis oleh dr.H ke ibu prita yang bikin kesehatannya semakin gak jelas. Kalo sampelnya rusak knapa juga diambil tindakan medis?suntikan dosis tinggi pula?ngerti kagak sih buk?
Kasarannya gini, kalo sayah dokter trus pasien sayah, sayah diagnosa kena malaria *padhal blum tentu dia kena malaria* trus seenak jidat sayah si pasien sayah kasih kinin dosis tinggi ber gram” pula. Bisakah anda bayangkeun sodara nasib pasien sayah ituh?
Amitamit ih..
Semoga sadja si Ibuk Prita Mulyasari terbebas dari segala tuduhan. Trus sayah setuju sama DPR yang memberi solusi mencabut izin OMNI INTERNATIONAL HOSPITAL. Biar mampus tuh rumah sakit!!hahahahhaha..
MARI DUKUNG PRITA MULYASARI!!
Filed under: lifestyle sayah..
sebuah simbol kebobrokan mental tenaga medis!! FAAKK!!
kok yo ora legowo ngono loh entuk kritik?hmhmhm
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari – suaraPembaca
Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600
fuhh..
lama sekali saya tidak menjejalkan muka sayah ini ke account sayah yang satu ini.sungguh tak bersisa memang.postingan terakhir sayah itu bulan november yang lalu.hahahaha.
bilang sadja sayah sok sibuk!! sok ngartis!! sok oke!!*emang sayah oke*hhahah..
oke.oke.
mau crita apa ya?berhubung tadi si sayah ini pas buka add new post ini ni, keinget ama secuil kejadian yang bikin eneg.huhu.yg mampu menimbulkan gosip gak jelas.hhahah.
akher” ini pan sayah suka mengeksiskan diri di dunia ym. mungkin gak sgitu rame lah ym sayah ini.biasanya sekitar 10 an orang lah yang OL.nah dari segitu itu tuh. ada salah satu kakak kelas sayah yang suka pasang status yangg summpaahhh gakk penting bgt!!hoek!!
salah satunya gini ni:
“catatan hari ini: pagi ke bla bla bla, siang bla bla bla bla, sore bla bla bla.”
AArrrrgghhh!!!
CURHATT!! CURHAATTT!!! matamu!!
sebenernya sih, persetan juga sih sama status temen” sayah ituh.tapi mbok digunakan sebagaimana mestinya lah.gak perlu yang mengumbar kegiatan selama sehari kayak gt. berasa penting gt? berasa artis gt? kenapa gak sekalian panggil infoteinment aja su!
*sabar..sabar*
kenapa gak sekalian bikin status “Dear Diary, tau gak sih lo? seharian gini gw bla bla bla bla bla..”
MATAMU SU!!
hmmmpppfff…*tarik jabrik dulu..eh napas ndink*
kemaren sudah mencoba untuk sedikit menyentil yang agak mak jleb juga lewat status sayah itu.hahah.yg kira” begini:
“nek arep curhat ki mending gawe blog sisan!!”*artinya: kalo mau curhat mending dibikin blog sekalian!!
tapi kayaknya emang gak ngaruh..
fuuhhh..
ada ide sodara”?
We did that crime!!
Ohh.. betapa hinanya sayah ini, hukumlah sayah, cambuklah sayah, rajam lah sayah!! Jangan lupa lempar jumrah kepada sayah!!*terlalu berlebihan yang ini..
Kita? Lo aja kale..
Mungkin pelaku utamanya bukan sayah dan kelompok sayah, tapi kita juga menikmatinya kok..huhuuhu..
Jadi begini sodara”..
Beberapa hari yang lalu, sayah dan temen sekelompok praktikum sayah ngerjain laporan praktikum hal ihwal isolasi senyawa flavonoid*buat yang gak ngerti anggap saja senyawa polifenol*. Behubung tahun ini pake metode baru, tambah rumit, otomatis tmbah susah deh buat kita” ngerjain laporan terutama mbahas hasilnya.
Nah, biasalah kalo udah begini biasanya kita” *kitaa?*ini sibuk nyari literature, ngubrak abrik textbook di perpus, atau nyari” skripsi yang masih berhubungan. Dan si temen sekelompok sayah *sebut saja si R* nemuin skripsi yang sangat” pas buat mbahas hasil praktikum kita ituu. Sama plek dengan tanaman sampel, sama” isolasi dan identifikasi senyawa falvonoid juga.. Girang lah kita ini sodara”..
Skripsi? So, the rules are gak boleh dibawa pulang, dibawa keluar, apalagi difoto kopi!! Sungguh terlalu..
Di tengah himpitan BBM yang mahal, sembako yang terus naik, ditambah krisis global yang melanda..*halah*
Jadi kalo nurut aturan, kita harus bikin laporan diperpus. Whattheheckk!! Pewe siy, tapi buat ngegosip ama ngenet..ahahahha..
Solusinyaa..
*solusi bukan berasal dari kelompok sayah, tapi dari kelompok lain dengan sampel yang sama dan berambisi kuat juga untuk meminjam skripsi itu*
teman kelompok laen (TKL) : “dikopi sadja!!”
sayah dan si R (SSR) : “hahhh?”
TKL : “caranya, skripsi masukin ke notebook case trus bawa keluar, difotokopi diluar, bagemana?”
SSR :”….”
Wow? Ide yang briliann..ahahahaha.. berhubung itu bukan ide kita, jadi kita cuman nitip dikopiin sadja..
Momen nya juga tepat, perpus lagi rame banget nget nget kayak pasar, jadi bakalan gak ketauan kalo masukin skripsi ke tas laptop..*Plakk!! Ya olohh..
Nyebut Nak!! Nyebutt!! Sadar nakk!!
Anyway, apa boleh buat..*hhuhuhu..jangan dianggap sebagai pembenaran sodara”!!*
parangtritis dari atass..hhaha..
hhaha..piss!!
hhuhu..
kuliah sayah kosonk, jadinya sayah menyempatkan diri buat negtik” lagii..hhmmm..anyway, hot spot farmasi sesudah puting beliung sungguh menyenangkan, terasa cepat, *haiyah..bencana harus disyukuri? ya to?fufufufu..
sebenernya udah banyak yang di otak yang mau dimuntahin, ada pempek, ada siomay, mie ayam bakso, dll..huahahahha..
gak nding, sebenernya masih ada cerita jogja java carnaval, diskomfest nya anak ISI, trus angin puting beliungnya,..tapi malesnya mintaa ampunn..hhaha..
jadi sodara”, kemaren sabtu ituu, saya berwisata*halah, bahasane* bersama teman” kampus, pergi ke parangtritis!!
horraayyy!! libur telah tiba, libur telah tiba, horayy!! horay!! horraayyyy!! *haiyah, libur 2 hari doank* , well, but i love it so! melepas penatlahh..
hmmm..
jadi setelah sekian tahun sayah gak pergi ke parangtritis, sayah gak tau bagemana parangtritis sekarang..
did you know?
so manyy differences!! sighh!! so enjoyable.. gak kalah sama kuta..biarpun bukan pantai berpasir putihh, tapi bersihnya itu lohh kagakk nahannn.. (more…)
Huahhh.. ngantuk-ngantukk..
Anyway, sayah sempet juga buat ngetik” lagi.hhaha..*sok gaya mode on. So, terlalu banyak kejadian akhir” ini menyibukan sayah yang suka sok sibuk ini..
Dari ujian, ikut gamelan gaol, ama jogja java carnival. Keren kagak sodara”? sayah jadi bagian dari ulang tahun jogja lohh.. Plakk!!*penting yaa?bangeett!!
Gamelan Gaol 2008
*sebenernya gaul siy, biar dapet aja feelnya jad diganti gaol..hhoho..
Acara ini diadain dalam rangka ulang tahun jogja yang ke-252. Jadi si Gamelan Gaol (GG) merupakan hasil kerja sama dinas pariwisata jogja ama komunitas gayam16. nah berhubung sayah itu masih diitung di dalem gayam16 tersebut jadilah sayah ikut jadi panitia. Si sayah ini biasanya ikut di divisi merchandise, kali ini tak dinyana di pindah ke divisi concert!!
Wohohoho.. Kagak ngerti sayah mahh ngapain sadja di divisi concert!! Setau sayah cuma ngeset alat esp. gamelan di panggung..
Si Gamelan Gaol ini dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 22-23 oktober kemaren. Tau nggak sodara”?*sok akrab mode on. Itu bebarengan ujian mid sayah. Artinya, dari awal sudah hopeless buat ikut.
Yaahh, dengan usaha menyepelekan ujian sayah si analisis kandungan tumbuhan obat, akhirnya sayah berangkat juga di hari kedua buat ikut gamelan gaol ituu. Tak perlu takut tak perlu ragu karena ujiannya memang susahhnya minta ampyunn..
Berhubung sayah di divisi concert, sayah standby di belakang panggung-nongkrong gak jelas-ngobrol sanasini-nge blank ntar mau ngapain sadja! Huhuhu..
Untunglah, si officer membantu banget, pas show jalan, kita” dikumpulin, langsung bagi” tugas ngeset gamelan*tiap penampil kan beda”*.
Si pengatur : “ya, mas itu mindah gender yang vertikal, disingkirin! Bagemana bos?”
Sayah : “ohh..Siapp!!”*jawaban mantabb*
Lalu sayah melengos pergi, menuju si ichak..
Sayah : “Chak, gender itu yang mana siy?”
Si Ichak : “yang ituu tuhh..”
Sayah : “Oohh..ye iye”*manggut” baru ngerti*
Mana sayah apal semua jenis gamelan!! Hhuhuhu..
Tugas sayah itu lah yang membuat sayah nampang di atas panggung, ngeset gamelan, jadi pusat perhatian penonton*yang ini mah ngarep..hhahaha*
Hmm.. About the show, everything was cool!
The gamelan was played by youngsters. All about youngsters!! That’s why the show was called “Gamelan Gaol”.hhaha..And the other thing that can make me so proud*really proud*, a group of difabel kids could play the gamelan, participated in that show..hhuhu plok!!plok!!*standing ovation*.
Kereen bangett lahh!!
stage gamelan gaol sesudahnya..
Beberapa hari ini, sayah banyak mendengar keluhan” dari beberapa teman yahh..
Hmmm..
Entah, sayah hanya mencoba menganalisa. Pertama ada temen yang baru putus dari pacar backstreetnya*gak tau detilnya siy penyebabnya apa, emang sayah infoteinmen bok!!*, trus akibatnya dia sama cowoknya justru jadi musuhan. Komentar sayah: ohhh.. berarti dia bukan orang yang baik bla-bla-bla, seharusnya yang udah itu ya udah-begini-begitu-anu-itu.
Trus temen sayah itu bilang: wah, enak bgt punya temen kayak kamu, dewasa, gak kayak si itu*cowoknya* kayak anak kecil bla-bla-bla..*perkataan yang seharusnya dan semestinya diralat karena dijamin menyesal bin gantung diri kalo tau sayah sebenernya..hhuhu*
Atau teman sayah yang lain yang bermuram durja selama berhari” gara” baru saja kehilangan 2 hendponenya sekaligus di kos”annya. Yang ada sayah dengan entengnya bilang: udah, nasib ente sadja yang jelek, biar laen kali lebih ati” lagi bla-bla-bla..
Ok!! Biarpun sayah gak pernah dalam posisi yang seperti itu, tapi sayah mencoba berempati, dan sayah pun selalu mencoba untuk bermetamorfosis jadi orang yang mikir sesimpel mungkin, contohnya kayak yang diatas*kerenn bgt kata” sayah!*.
Bukan maksud sayah untuk menggampangkan masalah yang ada, tapi lebih ke mengatasi masalah tanpa berlebihan, overdramatic. Karena menurut sayah gak ada gunanya juga ber-lebai”-an dengan masalah, meskipun masalah yang rumit*hhaha*. Setidaknya, sayah yang sering diprotes teman sayah jaman dulu gara” suka mengeluh sekarang mencoba berpikir lebih simple bukan dewasa*Plakk!! Kan sudah sayah bilang mau bermetamorfosis..Ngahahahahahaha*
Jadi sayah sarankan untuk berpikir simple dan tetep dibawa fun sadja. Tak perlu berlebihan bin lebayy!! Ngahahahaha..
Cheers!!!
sayur-mayur segarr
Sekilas nonton di tipi *TV-satu*. Di acara Mata Kamera, dengan headline “PASAR”.
Pertama kali yang diperlihatkan adalah..
Pasar kramatjati, Jakarta. Trus ibuk” yang sedang memunguti sayuran yang jatuh dari truk” pengangkut sayuran. Si ibuk” tadi juga sudah mempersiapkan karung buat ngumpulin sayuran yang jatoh tadi ituu. Mungkin buat dijual..
Wew?
No comment lagi ahh.. tak ada yang harus dikeluhkan juga. Mau gak mau, memang beginilah hidup..*sambil manggut” sok bijak mode on, padahal otak kosong*
Pengin nglanjutin nonton itu, sayang harus belajarr buat ujian besok. Plakk!! Otak kosonk masih dipaksakan buat blajarr?ckckckckck..*melas mode on.
morning after – quatro
This will always be mine
Wondered why
A purpose, an argument, a smile
You’re my favorite waste of time
Now, I need to survive
All the time
Another corner of my day
Starving for the next delay
Here is all my evidence
This is not for everyone
Pretends that I am making sense
Wanted you to know
This is where you have to go
And I keep following your days
This is not for everyone
damnn!! lagu ini keren bgt..
akhirnya sayah bisa cari downloadannya yang gratiss..ahahahaha.. ada referensi lagu indie lain yang bagus kagak?hhuhuhu..
Sebenarnya beberapa hari yang lalu, sayah mendapat masalah sodara”. Masalah di tempat kerja sayah. Yahhh, walaupun sebenarnya itu bisa sadja disebut kerja paruh waktu mengingat jadwalnya disesuaikan dengan jadwal kuliah sayah..
Kerja apa sodara”?
Sayah hanya bisa jadi asisten praktikum bagi adek” kelas sayah! Apalagi hah?Apa yang bisa seorang mahasiswa farmasi lakukan buat kerja paruh waktu selain jadi asisten? Mau jadi waitress di kafe? Mau jadi penyiar di stasiun radio yang lumayan terkenal ituhh? Atau sekedar jaga di distro di kota sayah? Hah? Plakk!! Esmosi jiwa sayah..*sebenernya lebih ke melas sihh..hhuhu..
Hari kamis, jadwalnya sayah buat jaga praktikum spektrofotometri angkatan 2007. tapi itupun sayah harus jaga mulai jam9 pagi. Soalnya jam7 sayah kuliah. Jadi untuk urusan jaga jam7-9 diserahin ke anak 2005.
Pas selesai kuliah, tanpa ba-bi-bu lagi, sayah buru” naik tangga menuju lantai tigaa! Gosh!! Dari lantai satu langsung ke lantai tigaa!! Kapan gedung” farmasi punya lift hah?Plakk!! berani bayar berapa hah?? Fufufufufu..
Sesampai di lab, anak” 2007 sedang sibuk sendiri” sama kerjaanya. Ada yang lompat”, ngesot”, atau nyanyi” gak jelas. Plakk!! Itu praktikum atau apa?* gak ndink, sebenarnya mereka sibuk encerin larutan, bikin larutan merah ala NED.HCl, atau nganggur gak jelas nungguin giliran pake spektrofotometer. Jadi sayah rasa mereka gak ada masalah..
Sayah masuk ke ruangan asisten, masih ada tumpukan kertas pre test dari adek” kelas yang belum dikoreksi. Gak ada juga asisten anak 2005 yang muncul.
Ok!! Kerjaan sayah mulai dari koreksi pre test anak” 2007 ituhh..
Pas lagi asyik” nya nihh*asyik=bingung jawaban pretest ama kasih nilainya*, tiba” muncul si bapak” laboran ke ruangan asisten..
Bapak Laboran : “mas, kok telat?”*dengan nada agak keras*
Si sayah : “iyah pak, tadi abis kuliah..”*sayah jawab dengan semanis mungkin ditambah senyum” gak jelas*
Bapak Laboran : “tau gak?dari tadi blum ada asisten yang dateng?”*masih keras dengan muka yang ga enak jugaa*
Si sayah : “hah?”
Bapak Laboran : “seharusnya itu gini gitu anu ini itu bla bla bla..”
Sis ayah : “iyah pak, sayah minta maaf, blab la bla…”*manggut” pura” mengerti masih pasang muka semanis mungkin*
Trus si bapak laboran itu pergi.. Yess!! Sayah kena semprott bapak laboran!! Fufufufu..
Beberapa menit kemudian, sayah nerusin koreksi pre test. Si bapak laboran tadi dateng lagi..
Bapak Laboran : “mas, mas itu bagemana?itu ada kasus bla bla bla…”
Si sayah : “oh iya pak, maaf”*masih pasang muka manis langsung keluar ruangan menuju sumber kasus*
Yess!! Sayah kena semprott lagii!!
Pas di TKP, di situ lagi ada dosen yang lagi bingung bersama” satu kelompok mahasiswa tentang kok datanya begini-begitu-gak-bener. Sayah pun ikut nimbrung..
Si sayah : “ada apa ya buk?”*mulai pasang muka innocent*
Dosen : “kok datanya begini ya mas?absorbansi nya bla bla bla..”
Si sayah : “oh, iya buk. Yang kemaren juga kayak begini, terlalu pekat larutannya. Trus harus diencerin”*merasa tau solusinya, muncul sepasang sayap malaikat*
Dosen : “ohh, diencerin berapa kali?”
Si sayah : “yang kemaren diencerin sampe 5x”*tetep pasang muka innocent*
Dosen : “loh? Kok yang disitu gak ditulis atau ada pemberitahuan begini-begitu-ini-itu-bla bla bla…”
Si sayah : “oh iyah buk, anu-ini-itu-bla-bla-bla…”*TETEP pasang muka innocent*
Sayah diceramahi si dosenn!! Fufufufufu.. hebat bukan?
AAaarrrrgghhhh..
Semua kan bukan sepenuhnya salah sayah seorang!! Demi gaji yang tak seberapa ini, sayah mendapatkan perlakuan yang sebegini..
Untung tak ada semacam surat SP, atau pemecatan asisten*melas membayangkannya..




